Kamis, 07 Juni 2018

Pegolf Indonesia Patricia Sinolungan Jaga Asa Juara



siaranrakyat - Pegolf Indonesia menjaga harapan meraih juara Himbara World Junior Golf Championship (HWJGC) 2018. Asa itu ditumpukan kepada Patricia Sinolungan di nomor individu putri. Juara junior nasional 2018 ini membukukan skor 72 (even par) di putaran pertama. Patricia yang bermain di Kelas A hanya terpaut tiga pukulan dari pimpinan klasemen Jordan Deborah Rothman dari Afrika Selatan.

Di nomor individu umum (Kelas A dan B putri), Patricia menduduki posisi T4, bersama Phannarai Meesom-us asal Thailand dari Kelas B. Sedangkan, di Kelas A, Patricia  menempati posisi ketiga. Patricia masih berpeluang menipiskan selisih pukulan atau bahkan bisa menyusul Jordan jika dalam putaran kedua besok bisa bermain lebih bagus lagi.

Jordan yang bermain di Kelas A untuk sementara bertengger di puncak setelah mengukir skor 69 (3-di bawah par). Remaja berusia 15 tahun ini sebenarnya sudah mengumpulkan skor 4-di bawah par hingga hole 17. Namun, di hole 18, ia membuat dua putt dari jarak satu meter sehingga menghasilkan bogey, Skor Jordan pun berubah menjadi 3-di bawah par.

“Saya cukup senang dengan permainan saya hari ini, meski sebenarnya saya bisa bermain lebih baik lagi. Hari ini saya berusaha fokus dengan pukulan saya, dan tidak terpengaruh dengan pukulan-pukulan buruk sebelumnya,” kata pegolf junior asal Cape Town yang baru pertama kali bertanding di HWJGC tahun ini.

“Kendati harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang jauh berbeda, Pantai Indah kapuk Course yang panas dan lembab dengan Cape Town yang saat ini mulai memasuki musim dingin, Jordan masih bisa mengukir hasil terbaik pada hari ini. “Saya menargetkan juara di nomor individu dan beregu,” tambahnya.

Pimmada Wongthanavimok (Thailand) dari Kelas B Putri (13-14 tahun) dan Hannah Revees (Australia) dari Kelas A hanya kalah selisih dua pukulan dari Jordan. Keduanya menduduki posisi kedua. Di masing-masing kelas, Pimmada memimpin Kelas B, menang satu pukulan dari rekan senegaranya Phannarai dan dua pukulan dari Manassanah Chotikabhukkana.

Sementara itu, di nomor individu putra, Zubair bin Mohd Firdaus masih bertahan di puncak, meski bermain kurang bagus hari ini. Pegolf kelahiran Malaysiayang dalam HWJGC ini membawa bendera Australia itu harus bermain 75 (tiga-di atas par)

“Saya mengawali permainan dengan sangat buruk, membuat tiga putt (yang menghasilkan tiga bogey di sembilan hole pertama). Saya berusaha melakukannya seperti kemarin, tetapi puttnya tidak banyak yang masuk. Ini tampaknya bukan hari saya. Saya tidak banyak mendapat alur bola yang bagus, sehingga banyak kehilangan kesempatan untuk birdie. Tetapi, saya masih optimistis besok bisa tampil lebih baik,” kata Zubair.

Weerawish Narkprachar (Thailand) yang bermain di grup terakhir jadwal tee siang akhirnya menyamai perolehan skor Zubair. Skor 70 (dua-di bawah par) yang dicetak Weerawish membuat skor totalnya menjadi even par, sama dengan Zubair.

Di Kelas A, Zubair masih memimpin dengan keunggulan tiga pukulan dari Samuel Slater dari Australia dan lima pukulan dari Andre Chong Wei Zer (Singapura). Sedangkan Weerawish yang bermain di Kelas B ini pun memimpin di kelasnya, unggul empat pukulan dari  Sean Lee (Singapura) dan tujuh pukulan dari Tunyapat Sukkoed (Thailand).

Di Kelas C Putra, Pasit Iampongsai (Thailand) sukses menggeser Zachary Castro di takhta atas dengan skor total 148 (empat-di atas par), sedangkan Zachary tertinggal tiga pukulan dengan 151 (tujuh-di atas par). Ia hanya unggul satu pukulan dari Jayden Ng Wei Jiat (Malaysia) yang berada di posisi ketiga dengan skor 152 (delapan-di atas par).

Di Kelas D Putra, poisisi klasemen tetap tidak mengalami perubahan. Thailand masih menguasai tiga posisi teratas, melalui Chaiyaphat Wongwien (142, dua-di bawah par), Pongpanot Jeenakul (151, tujuh-di atas par) di posisi kedua dan Bhumkit Pitchayasaowapak (157, 13-di atas par) di posisi ketiga.

 Di klasemen Kelas C Putri, Pariya Sanpanawat menyodok ke posisi atas. Setelah bermain buruk di putaran pertama kemarin dengan 83 (11-di atas par), pegolf asal Thailand membukukan skor terendah di kelas B pada hari ini 73 (satu-di atas par), mengumpulkan skor total 154 (10-di atas par). Pegolf Singapura, Angel Lim yang memimpin sehari sebelumnya tergusur ke posisi kedua dengan skor total 155 (11-di atas par) setelah bermain dengan skor 77 (5-di atas par) pada siang tadi. Dua pegolf Thailand, Thanana Kotschasanmanee dan Chutimon Rujiranan, berada di posisi ketiga setelah sama-sama mengumpulkan skor total 160 (16-di atas par)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar