Kamis, 05 Juli 2018

Anwar Ibrahim: Bukan Unsur Politik Untuk Kasus Najib Razak





siaranmedia - Anwar Ibrahim, Tepis rumor tuduhan yang ditujukan kepada mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bermuatan politik. Najib Razak ditangkap pada Rabu lalu terkait skandal dugaan korupsi di lembaga keuangan 1Malaysia Development Board (1MDB).

Najib diminta pertanggungjawaban dengan tiga tuduhan penyalagunaan kekuasaan dan satu tuduhan menggunakan posisinya untuk mendapatkan gratifikasi. Tuntutan itu terkait dengan penyelidikan tentang bagaimana miliaran dolar dana negara raib dari 1MDB.

"Saya tidak melihat bagaimana tuduhan itu dapat dianggap bermotif politik, karena ada bukti," kata Anwar pada konferensi pers di Jakarta setelah berbicara di forum kepemimpinan.

"Saya tidak mengetahui semua bukti, tetapi saya mengetahui banyak fakta, laporan yang disampaikan oleh berbagai lembaga di dalam negeri, dan khususnya Departemen Kehakiman Amerika Serikat," ungkap Anwar seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/7/2018).

"Tapi terlepas dari semua itu, ini juga merupakan ujian bagi Malaysia untuk menghormati proses hukum dan aturan hukum, dan saya pasti akan mengharapkannya karena itu adalah bagian dari manifesto kami dalam agenda kami, dan Mahathir telah berkomitmen untuk memastikan ada peradilan merdeka di negara ini," tambahnya.

Sebelumnya, juru bicara Najib Razak mengatakan pemerintahan baru di bawah Mahathir Mohammad - yang dipimpin oleh aliansi yang terdiri dari pihak Mahathir dan Anwar - menganiaya mantan orang nomor satu di Malaysia itu dengan menangkapnya kemudian menuduhnya.

Di gedung pengadilan pada hari Rabu kemarin, para pendukung Najib memegang sejumlah poster yang bertuliskan, "Tidak ada pengulangan Anwar pada Najib".

Ketika meninggalkan pengadilan, Najib tetap mengaku tidak bersalah, dan mengatakan persidangan adalah "kesempatan terbaik" baginya untuk membersihkan namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar